ASSESSING SHARIA COMPLIANCE OF LATE PAYMENT CHARGES IN GOLD INSTALLMENT SCHEMES

  • Muhammad Aziz Zakiruddin UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Tri Yolanda UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Abstract

The implementation of non-cash gold transactions in Islamic finance requires a careful balance between risk mitigation and adherence to Sharia principles. DSN-MUI Fatwa No. 77/DSN-MUI/V/2010 mandates that the selling price (thaman) in gold installments must remain fixed, yet operational realities often require mechanisms to handle default risks. This study evaluates the alignment of late payment charge practices at Pegadaian Syariah Bengkulu with prevailing Sharia regulations. Employing empirical legal research, data were collected through in-depth interviews and document analysis. The results indicate that Pegadaian Syariah applies a progressive penalty mechanism ranging from 1% to 4% depending on the duration of the delay. While this mechanism effectively functions as a deterrent (Ta’zir) against negligent customers aligned with the spirit of Fatwa No. 17/DSN-MUI/IX/2000 the progressive calculation based on time presents a compliance gap regarding the fixed price requirement in Fatwa No. 77/2010. The study suggests that to minimize ambiguity regarding the time value of money, harmonization is needed by transitioning the penalty structure from a progressive percentage to a fixed nominal administrative fee. This adjustment would ensure stronger adherence to Sharia standards while maintaining operational discipline.

Abstrak

Pelaksanaan transaksi emas tidak tunai dalam keuangan syariah menuntut keseimbangan yang cermat antara mitigasi risiko dan kepatuhan terhadap prinsip Syariah. Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010 menegaskan bahwa harga jual (thaman) dalam cicilan emas harus tetap, namun realitas operasional sering kali membutuhkan mekanisme untuk menangani risiko gagal bayar. Penelitian ini mengevaluasi keselarasan praktik biaya keterlambatan di Pegadaian Syariah Cabang Bengkulu dengan regulasi Syariah yang berlaku. Menggunakan metode penelitian hukum empiris, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pegadaian Syariah menerapkan mekanisme denda progresif berkisar antara 1% hingga 4% bergantung pada durasi keterlambatan. Meskipun mekanisme ini efektif berfungsi sebagai sanksi (Ta’zir) bagi nasabah yang lalai selaras dengan semangat Fatwa No. 17/DSN-MUI/IX/2000 perhitungan progresif berbasis waktu menunjukkan adanya kesenjangan kepatuhan (compliance gap) terhadap ketentuan harga tetap dalam Fatwa No. 77/2010. Penelitian ini menyarankan perlunya harmonisasi dengan mengubah struktur denda dari persentase progresif menjadi biaya administrasi nominal tetap. Penyesuaian ini bertujuan untuk meminimalkan ambiguitas terkait time value of money serta memastikan kepatuhan syariah yang lebih kokoh tanpa mengurangi disiplin operasional.

References

Afnan, C. (2013). Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai (Kajian Terhadap Fatwa DSN MUI NOMOR 77/DSN-MUI/V/2010). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ahmad, A., & Humayoun, A. A. (2011). Islamic banking and prohibition of Riba/interest. African Journal of Business Management, 5(5), 1763.

Annas Syams Rizal Fahmi, Muhammad Irkham Firdaus, May Shinta Retnowati, & Zulfatus Sa�diah. (2020). Implementasi Fatwa Dsn-Mui No: 77/Dsn-Mui/V/2010 Terhadap Akad Murabahah Pada Produk Cicil Emas Di Bank Syariah Mandiri. Al-Mizan: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Islam, 4(2). https://doi.org/10.33511/almizan.v4n2.1-12

Antonio, S. (2001). Bank Syariah Teori dan Praktek. In Jakarta: Gema Insani. Jakarta: Gema Insani Press.

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Fatwa DSN-MUI No. 17/DSN-MUI/IX/2000 tentang Sanksi Atas Nasabah Mampu Yang Menunda-Nunda Pembayaran. , (2000).

Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia. Fatwa Nomor: 77/DSN-MUI/V/2010 tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai. , (2010).

Diani, T. M., & Nugroho, L. (2024). Economics & Islamic Finance Journal Advancing Islamic Financial Planning in Indonesia : Principles , Challenges , and The Role of Tawhid String Relationship Theory. Economics & Islamic Finance Journal (ECIF), 1(3), 142–154.

Hafidz, J. Z. (2021). Investasi Emas dalam Perspektif Hukum Islam. Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, Vol.5(No.), 96–110. Retrieved from https://36.89.54.123/index.php/jhes/article/view/5302

Hanafiah, M., & Hafidzi, A. (2021). Ta’zir Concept in Sharia Banking (Analysis of Fatwa DSN MUI Number: 17/DSN- MUI/IX/2000). Perisai : Islamic Banking and Finance Journal, 5(1), 1–15. https://doi.org/10.21070/perisai.v2i1.1084

Kementrian Agama RI. (2011). Al-Quran dan Tafsirnya (Jilid 2). Jakarta: Widya Cahaya.

Kepala Departemen Literasi Inklusi Keuangan dan Komunikasi M. Ismail Riyadi. (2025). Siaran Pers OJK: Kinerja Industri Jasa Keuangan Syariah Tumbuh Positif (SP 134/GKPB/OJK/IX/2025). Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Retrieved from https://ojk.go.id/id/berita-dan-kegiatan/siaran-pers/Pages/OJK-Kinerja-Industri-Jasa-Keuangan-Syariah-Tumbuh-Positif.aspx

Lestari, Y. J., & Hanifuddin, I. (2021). Ketentuan Pegadaian Syariah Berdasarkan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 2(2). https://doi.org/10.24239/tadayun.v2i2.22

Meilianingsih, F. (2025). Implementasi Fatwa Nomor 77/DSN-MUI/V/2010 Tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai Pada Produk Cicil Emas BSI KC. Pekalongan Pemuda. UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.

Mufti, A. (2020). Praktik Investasi Emas Secara Angsuran di PT. Pegadaian. Az Zarqa’ Jurnal Hukum Bisnis Islam, 12(1).

Muhammad Faqih Abdillah. (2023). Buying And Selling Gold In A Non-Cash Perspective On Sharia (Analytic Study On Fatwa Of The National Sharia Council Number 77 Of 2010). Al-Arfa: Journal of Sharia, Islamic Economics and Law, 1(1). https://doi.org/10.61166/arfa.v1i1.1

Mukhti, A. A. (2023). Analisis kesesuaian jual beli emas secara tidak tunai dengan fatwa Jual beli emas Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010. Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Mustaqim, D. Al. (2023). Analysis of Non-Cash Gold Trading Practices in Indonesia Based on Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010. Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies, 1(1).

Nadialista Kurniawan, R. A. (2021). Sistem Pelayanan Cicilan Emas pada PT. Pegadaian (Persero) Unit Lodoyo Blitar. Industry and Higher Education, 3(1).

Nainggolan, I. (2023). Penerapan Sistem Pembayaran Dan Bunga Terhadap Objek Gadai di Pegadaian. Jurnal Pencerah Bangsa, 3.

Nurfauziyyah, F., Armen, R. E., & Hakim, A. (2020). Analisis Hukum Islam Terhadap Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai. Jurnal Zhafir, Vol. 2(No. 1), 15–32.

Risman, A., Markonah, M., Mubarok, J., & Saputra, B. L. E. (2024). Islamic Perspective of Gold-Based Investment: The Case of Indonesia. Tazkia Islamic Finance and Business Review, 18(1), 1–17. https://doi.org/10.30993/tifbr.v18i1.363

Santosa, M. F. E., Permatasari, N., Agustina, N. R., & Wafaretta, V. (2022). Time Value of Money dalam Kacamata Konvensional dan Syari’ah. Prosiding National Seminar on Accounting, Finance, and Economics (NSAFE), 2(7), 275–280. Retrieved from http://conference.um.ac.id/index.php/nsafe/article/view/3745

Seroja, S., & Iqbal, M. (2020). Transaksi Pembelian Emas Non Riil di PT. Pegadaian Syariah Kcp.Darussalam Dalam Perspektif Akad Ba’i Al-Muqayyad (Studi Tentang Cicilan Emas Dan Konsekuensinya Pada Tabungan Emas). Dusturiyah: Jurnal Hukum Islam, Perundang-Undangan Dan Pranata Sosial, 10(1). https://doi.org/10.22373/dusturiyah.v10i1.7501

Sopiah, P., & Sadi’ah, D. S. (2022). Investasi Emas Online Di Aplikasi Shopee Dan PT. Pegadaian Dalam Perspektif Fatwa DSN-MUI Nomor 77/Dsn-Mui/V/2010 Tentang Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai. Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah, 8(2). https://doi.org/10.15575/am.v8i2.12961

Wang, K.-M., Lee, Y.-M., & Thi, T.-B. N. (2011). Time and place where gold acts as an inflation hedge: An application of long-run and short-run threshold model. Economic Modelling, 28(3), 806–819. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.econmod.2010.10.008

Wijayanti, S. sukma. (2018). Jual Beli Emas Secara Tidak Tunai : Kajian Terhadap Fatwa DSN-MUI No. 77/DSN-MUI/V/2010. Jurnal Baabu Al-Ilmi, Vol. 2(77).

Published
2025-12-05
How to Cite
Muhammad Aziz Zakiruddin, & Yolanda, T. (2025). ASSESSING SHARIA COMPLIANCE OF LATE PAYMENT CHARGES IN GOLD INSTALLMENT SCHEMES. Tadayun: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 6(2), 127-148. https://doi.org/10.24239/tadayun.v6i2.503
Section
Articles
Abstract viewed = 36 times
PDF downloaded = 43 times